Terekam CCTV, Pasien di Rumah Sakit Diculik Kawanan Bersenjata, Kemudian Dibunuh dan Dimutilasi

By Angelice Onggi - Selasa, Desember 03, 2019

Rekaman CCTV memperlihatkan kelompok bersenjata membawa pasien rumah sakit di Meksiko pada 21 November. Pasien rumah sakit itu ditemukan dalam keadaan termutilasi.

AGEN SBOBET, Sebuah video yang berasal dari rekaman CCTV mengungkap kasus penculikan pasien di sebuah rumah sakit di Meksiko.

Korban penculikan akhirnya ditemukan tewas dalam kondisi termutilasi.

Video penculikan sekelompok orang bersenjata api tersebut dirilis oleh Aristegui Noticias.

Para penculik tersebut kemudian langsung menyandera petugas keamanan dan menggeledah setiap ruangan yang ada di rumah sakit tersebut.

Para "pembunuh" itu masuk ke salah satu ruangan, dan membawa keluar seorang pasien.


Mereka kemudian meninggalkan rumah sakit, dengan si petugas keamanan diseret hingga terjatuh di dekat pintu bangsal.

Tidak dijelaskan siapa kelompok bersenjata tersebut, dari organisasi mana mereka, dan mengapa mereka mengincar pasien itu.

Berdasarkan laporan yang ada, mereka menyasar dua rumah sakit di kawasan Juventino Rosas serta Apaseo el Grande.

Mereka dikabarkan menculik dan membunuh pasien yang dilarikan ke sana karena mengalami luka tembak dalam kejadian 21 November.

Kasus Serupa di Kenya

Kasus serupa juga terjadi di Negara Kenya.

Kepala bagian IT dari lembaga yang mengawasi jalannya pemilu di Kenya ditemukan tewas dengan satu tangan terputus, Senin (31/7/2017).

Chris Musando adalah wakil direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) di Komisi Perbatasan dan Pemilihan Independen (IEBC) semaca KPU di Indonesia.

Sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa Musando sudah dinyatakan hilang sejak Jumat (28/7/2017).

Kepolisian menemukan mobil Land Rover Discovery warna abu-abu milik Musando telantar di belakang sebuah pusat perbelanjaan.

Tak lama setelah menemukan mobil itu, polisi menemukan jenazah Musando bersama mayat seorang perempuan yang belum bisa diidentifikasi di pinggiran ibu kota Nairobi.

Kasus ini muncul hanya delapan hari menjelang pemilihan umum digelar di Kenya.

Menurut harian Kenya Star, Musando adalah satu dari sedikit orang di Kenya yang mengetahui lokasi server yang mengendalikan sistem pemilihan umum di negeri itu.

Sebelumnya, Musando pernah melapor ke polisi setelah menerima ancaman pembunuhan dan terakhir kali terlihat dia mengendarai Land Rover-nya dengan seorang perempuan yang tak teridentifikasi.

Musando dipromosikan menjadi pejabat direktur ICT setelah sang direktur, James Muhati diberhentikan karena dianggap gagal bekerja sama dengan berbagai institusi pemerintah yang "mengaudit" sistem organisasi itu.

Beberapa jam sebelum jenazah Musando ditemukan, seorang anggota parlemen dari Aliansi Nasional yang berkuasa, Moses Kuria mengunggah foto mobil milik Musando.

Dalam unggahan itu, Kuris mengatakan, Musando yang dinyatakan hilang sebenarnya tengah "bersenang-senang dengan seorang perempuan cantik".

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar